Meraih Takwa Dan Kepedulian Lingkungan Hidup

(Idul Fitri)

[Muqadimah 1]

 

Allahu Akbar 3X wa lillahil hamd!

Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia!

Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan ketakwaan yang sebenar-benarnya, yakni kita jalankan segala perintah Allah SWT, dan kita tinggalkan segala larangan-Nya.

Orang yang bertakwa kepada Allah SWT ialah orang yang berhasil meraih manfaat dalam mengerjakan ibadah puasa, karena tujuan puasa adalah untuk mencapai peringkat takwa. Bagi orang yang bertakwa, Allah SWT telah menjanjikan di dalam kitab suci-Nya Al-Qur'an antara lain, yaitu : Allah menyertai orang-orang bertakwa (Al-Baqarah, [2] : 194, At-Taubah, [9] : 123, An-Nahl, [16] : 28). Allah pelindung orang-orang yang bertakwa. (Al-Jaastiyah, [45] : 19). Mereka yang bertakwa mendapatkan pahala yang besar. (Ali Imran, [3] : 172, 179). Dan dalam ayat lain Tuhan berfirman :

...وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَه‘ مَخْرَجًا. وَّيَرْزُقُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ...

"...Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari sumber yang tidak disangka-sangkanya..." (QS. Ath-Thalaaq, [65] : 2-3).

...وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَّه‘ مِنْ اَمْرِهِ يُسْرًا.

    "...Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah memberikan baginya kemudahan dalam urusannya." (QS. Ath-Thalaaq, [65] : 4).

 

Syukur Alhamdulillah ujian ibadah di bulan suci Ramadhan telah kita lakukan dengan tabah dan sabar sehingga kita Insya Allah berhasil meraih, mengapai dan mencapai derajat takwa ini. Dengan demikian, kita bisa berharap kiranya kita selalu beserta Allah, mendapat perlindungan dari Allah, mendapatkan pahala yang besar, mendapat jalan keluar dari berbagai permasalahan hidup, mendapat rezki dari sumber yang tidak diduga-duga, dan selalu mendapatkan kemudahan dalam berbagai urusan.

Sungguh berbahagia orang-orang yang bertakwa, karena bagi orang-orang yang bertakwa, semua ajaran agama Islam itu dipandangnya indah, bagaikan pitik-putik bermekaran, penuh warna-warni menyambut sang surya pagi nan bening cerah ceria, asri dan cantik dalam rona-rona kebahagiaan yang tiada tandingan. Allah SWT sendiri menegaskan di dalam kitab suci-Nya Al-Qur'an:

...اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ اَتْقَاكُمْ...

"...Sesungguhnya orang yang termulia di antara kamu di sisi Allah ialah insan yang paling takwa kepada-Nya..." (QS. Al-Hujuraat, [49] : 13).

 

Kenapa demikian? Karena bagi orang-orang yang bertakwa tidak ada kamus dendam terpendam dalam diri mereka. Tudingan benci, mereka balas dengan limpahan cinta. Air tuba mereka balas dengan air madu. Hujatan, mereka balas dengan ucapan menyejukkan. Mereka cinta damai dalam upaya mengapai hari esok yang lebih berseri. Sikap dan tindakan mereka selalu bernuansa ramah, bukan pemuas marah, cinta persamaan, bukan perbedaan. Mengakui keberadaan perbedaan, tanpa harus kehilangan cinta mesra. Perkataan mereka selalu enak didengar, nyaman dirasa. Perbuatannya tidak pernah membikin resah dan gusar bagi orang yang berada di sekitarnya. Mereka cinta lingkungan, baik lingkungan sesama insan, lingkungan tumbuh-tumbuhan, lingkungan hewan, dan semua makhluk Tuhan.

 

Allahu Akbar 3X wa lillahil hamd!

Kaum muslimin dan muslimat Yarhamukumullah!

Berbicara masalah lingkungan kita bisa lihat jauh sebelum KTT di Rio de Janeiro pada 1992, jauh sebelum Amerika Serikat mengaitkan masalah lingkungan dan hak asasi ke dalam politik luar negerinya dengan negara-negara berkembang, bahkan jauh sebelum bumi ini tersentuh oleh kerusakan Alquran telah mengingatkan kepada manusia, yakni:

وَلَا تُفۡسِدُوۡا فِى الۡاَرۡضِ بَعۡدَ اِصۡلَاحِهَا وَادۡعُوۡهُ خَوۡفًا وَّطَمَعًا‌ ؕ اِنَّ رَحۡمَتَ اللّٰهِ قَرِيۡبٌ مِّنَ الۡمُحۡسِنِيۡ

 "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (Tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan).Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik". (QS. Al-A'raaf [7]: 56)

 

Ketika masih hidup dalam kultur tradisional, manusia hidup menyetu dengan alam. Alam dipandangnya sebagai sahabat. Namun, setelah mengenal teknologi, manusia mulai mengambil jarak. Alam tak lagi dipandangnya sebagai sahabat, tetapi sebagai sumber kekayaan yang harus dieksploitasi sebesar-besarnya untuk kepentingan hidupnya, bahkan sampai pada tingkat yang berlebihan. Pada tingkat berlebihan melakukan perbuatan yang melampaui batas inilah terletak sumber utama kerusakan lingkungan.

 

Allahu Akbar 3X wa lillahil hamd!

Allah memang menyediakan alam ini untuk kepentingan manusia, sebagaimana firman-Nya dalam kitab suci Alquran:

هُوَ الَّذِىۡ خَلَقَ لَـكُمۡ مَّا فِى الۡاَرۡضِ جَمِيۡعًا ثُمَّ اسۡتَوٰۤى اِلَى السَّمَآءِ فَسَوّٰٮهُنَّ سَبۡعَ سَمٰوٰتٍ‌ؕ وَهُوَ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيۡمٌ

"Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan dia Maha mengetahui segala sesuatu".(QS. Al-Baqarah [2] : 29)

 

Tetapi Allah juga menegaskan ketidak sukaan-Nya terhadap sikap berlebihan dan melampaui batas, setelah Allah menetapkan keharmonisan alam, yakni tersurat dalam kitab suci-Nya Alquran yang berbunyi demikian:


اُدۡعُوۡا رَبَّكُمۡ تَضَرُّعًا وَّخُفۡيَةً‌ ؕ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الۡمُعۡتَدِيۡنَ‌

"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas". (QS. Al-A'raaf [7] : 55)

Pada ayat lain Allah berfirman:

 

وَلَا تُفۡسِدُوۡا فِى الۡاَرۡضِ بَعۡدَ اِصۡلَاحِهَا ...

"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya..." (QS. Al-A'raaf [7]: 56)

Lebih jauh Allah berfirman:

...کُلُوۡا وَاشۡرَبُوۡا مِنۡ رِّزۡقِ اللّٰهِ وَلَا تَعۡثَوۡا فِىۡ الۡاَرۡضِ مُفۡسِدِيۡنَ

"...Makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan". (QS. Al-Baqarah [2] : 60)


Allahu Akbar 3X wa lillahil hamd!
Perasaan dan asumsi yang salah terjadi  di kalangan konglomerat di negara kita tercinta ini. Mereka mengira dirinya sebagai pembangun ekonomi negara yang paling depan, karena mampu membayar pajak dalam jumlah yang besar kepada kas negara di samping mampu menyerap tenaga kerja yang banyak, sehingga merasa dapat membantu memecahkan masalah nasional yang berkenaan dengan pengangguran. Tetapi mereka  lupa  berapa banyak kerusakan lingkungan yang mereka timbulkan. Dalam surah Al-Baqarah Allah menyindir kelompok ini:

وَاِذَا قِيۡلَ لَهُمۡ لَا تُفۡسِدُوۡا فِىۡ الۡاَرۡضِۙ قَالُوۡاۤ اِنَّمَا نَحۡنُ مُصۡلِحُوۡنَ

"Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan." (QS. Al-Baqarah [2]: (11


Allahu Akbar 3X wa lillahil hamd!

Dalam hal lingkungan ini, sudah banyak konsep yang dikeluarkan. Intinya, memadukan antara pemanfatan  lingkungan untuk pembangunan dan pembangunan lingkungan itu sendiri. Tetapi apa pun konsepnya, semuanya tergantung pada kesadaran individu setiap manusia. Dan karena itu  Nabi Muhammad, Rasul tercinta menggugah kesadaran kita: Kendati kiamat telah terjadi, tetapi bila di tangan  salah seorang dari kamu ada sebuah bibit dan kamu masih memiliki kesempatan untuk menanamnya, maka tanamlah. Sesungguhnya di dalam perbuatan semacam itu ada pahala". (H.R. Bukhari)Hadis yang senada dan seirama dengan hal itu ialah:

عَنْ جَابِرٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : لاَ يَغْرِسُ رَجُلٌ مُسْلِمٌ غَرْسًا وَلاَ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ سَبُعٌ أَوْ طَائِرٌ أَوْ شَىْءٌ إِلاَّ لَهُ فِيْهِ أَجْرٌ (رواه مسلم)

 "Dari Jabir bin Abdilah ra, ia berkata: Rasulullah saw bersabda, tidaklah seorang muslim menanam satu buah pohon kemudian dari pohon tersebut (buahnya) dimakan oleh binatang buas atau burung atau yang lainnya, kecuali ia memperoleh pahala padanya”. (HR. Muslim).

 

Demikianlah khutbah yang dapat khatib sampaikan dalam kesempatan yang berbahagia ini, semoga kita semua memperoleh kebaikan dari khutbah ini. Mudah-mudahan amal ibadah kita di bulan suci Ramadan berhasil meraih, mengapai dan mencapai derajat takwa.  Dengan demikian, kita bisa berharap kiranya kita selalu beserta Allah, mendapat perlindungan dari Allah, mendapatkan pahala yang besar, mendapat jalan keluar dari berbagai permasalahan hidup, mendapat rezki dari sumber yang tidak diduga-duga, dan selalu mendapatkan kemudahan dalam berbagai urusan.

Semoga pula kita diberikan kemauan dan kemampuan serta kekuatan oleh Allah untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup  dan diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk melaksanakan kebaikan dan diberi kekuatan untuk menghindari perbuatan tercela. Sehingga kita bisa mewariskan lingkungan hidup yang nyaman kepada generasi sesudah kita tutup usia.

Ya Allah terimalah shaum kami, terimalah shalat kami, terimalah sedekah kami, terimalah semua amal baik yang kami lakukan. Ya Allah ampunilah kesalahan kami, ampunilah kesalahan kedua orang tua kami, kakek dan nenek kami. Ya Allah, tuntunlah kami dalam kehidupan ini. Tanpa tuntunan-Mu pasti kami akan tersesat. Ya Allah, panjangkanlah umur kami hingga kami dapat berjumpa lagi dengan Ramadhan yang akan datang. Amin!

[Muqadimah 2]

 

 

 

 

 

 

Share:
admin@ecomasjid.id