ISLAM SEBAGAI AGAMA RAKHMAT

BAGI SEMESTA ALAM

 

[Muqadimah 1]

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Alhamdulillah, kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah mengutus rasul-Nya, Nabi Muhammad SAW sebagai rakhmat bagi semesta alam. Allah berfirman :

وَمَاۤ اَرۡسَلۡنٰكَ اِلَّا رَحۡمَةً لِّـلۡعٰلَمِيۡن

"Dan tidaklah Kami mengutusmu, hai Muhammad, melainkan untuk menjadi rakhmat bagi semesta alam" (QS. Al Anbiya [21]: 107)

Sebagai utusan Allah, pembawa berita gembira, dan peringatan serta rahmat bagi semesta alam, Rasulullah SAW mengemban tugas yang suci dan mulia, yaitu menyampaikan risalah Islamiyahkepada seluruh ummat manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi untuk mendapatkan rahmat dan kasih sayang Allah, yaitu terwujudnya tata hidup dan kehidupan manusia yang aman dan tenteram, rukun dan damai, bahagia dan sejahtera lahir-bathin dalam kehidupan di dunia ini maupun diakhirat nanti. Sesuai dengan status dan kedudukan Rasulullah SAW sebagai "rahmatan lil'alamin", maka agama Islam yang dibawanya adalah agama sebagai rahmat bagi semesta alam.

Kata "rahmat" mencakup makna yang luas. Dari kata itu dapat difahami bahwa segala sesuatu yang membawa kesenangan, kenikmatan dan kebahagiaan manusia adalah rahmat. Keselamatan adalah rahmat kesejahteraan adalah rahmat, kekayaan dan jabatan adalah rahmat, kesehatan adalah rahmat dan lain sebagainya. Tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa kesehatan adalah induk dari segala rahmat, karena semua jenis rahmat yang disebutkan di atas hanya dapat dinikmati sepenuh perasaan oleh orang yang sehat.

Kaum muslimin yang berbahagia

Pada sisi lain, agama Islam adalah sumber tuntunan dan petunjuk serta sumber motivasi dalam berbagai segi kehidupan agar manusia selalu meningkatkan kualitas hidupnya, termasuk di bidang kesehatan. Allah berfirman :

يَّهۡدِىۡ بِهِ اللّٰهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضۡوَانَهٗ سُبُلَ السَّلٰمِ وَيُخۡرِجُهُمۡ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوۡرِ بِاِذۡنِهٖ وَيَهۡدِيۡهِمۡ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسۡتَقِيۡمٍ

"Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizing-Nyat, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus (QS. Al Ma’idah [5]:16).

Ayat tersebut memberi petunjuk bahwa:

1.  Allah memberikan petunjuk kepada manusia untuk mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, yaitu mengikuti tuntunan dan petunjuk-Nya yang dibawa oleh Nabi Muhammad, SAW baik yang tercantum dalam Al Qur'an maupun sunnah Ra-sulullah SAW., Dengan mengikuti tuntunan dan petunjuk-Nya, maka Allah menjamin keselamatan hidup baik di dunia ini maupun di akhirat nanti.

2.   Allah mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang, mengandung arti bahwa orang yang mengikuti tuntunan dan petunjuk-Nya, maka ia akan terangkat dari keadaan yang gelap gulita, keadaan yang penuh penderitaan dan kesengsaraan seperti kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, dan sakit kepada cahaya yang terang benderang, keadaan yang penuh kesenangan, kebahagiaan dan kesejahteraan seperti kecerdasan, usaha yang maju, kekayaan yang berlimpah, sehat wal afiat dan lain sebagainya.

Jama'ah Yang Berbahagia

Sebagai "rahmatan lil'alamin", Rasulullah SAW telah meletakkan dasar-dasar prinsip hidup, yaitu keseimbangan antara kehidupan jasmani dan rohani, keseimbangan antara kehidupan fisik materil dan mental spiritual, keseimbangan antara kehidupan individu dan masyarakat, keseimbangan antara kepentingan manusia dengan sumber daya alam, serta keseimbangan antara kehidupan duniawi dan kehidupan ukhrawi.

Rasulullah SAW telah mengajarkan dan memberikan contoh bagaimana memelihara keseimbangan hidup itu. Keseimbangan hidup pada dasamya meliputi: hubungan dengan Allah (hablum minallah), dan hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas), serta dan hubungan manusia dengan alam lingkungan (hablum minal 'alam). Baiknya ketiga hubungan tersebut merupakan jaminan bagi tercapainya kebahagiaan dan kesejahteraan hidup serta terhindar dari kehinaan dan penderitaan. Itulah janji Allah dalam firman-Nya :

ضُرِبَتۡ عَلَيۡهِمُ الذِّلَّةُ اَيۡنَ مَا ثُقِفُوۡۤا اِلَّا بِحَبۡلٍ مِّنَ اللّٰهِ وَحَبۡلٍ مِّنَ النَّاسِ

"Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia…" (QS. Ali Imran [3]: 112).

Yang menjadi dasar ketiga hubungan tersebut adalah mahabbah atau cinta. Cinta kepada Allah, cinta kepada Rasul, dan cinta kepada sesama manusia, dan cinta kepada alam lingkungan. Mengenai cinta kepada Allah disebutkan dalam Al-Qur'an :

قُلۡ اِنۡ كُنۡتُمۡ تُحِبُّوۡنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوۡنِىۡ يُحۡبِبۡكُمُ اللّٰهُ وَيَغۡفِرۡ لَـكُمۡ ذُنُوۡبَكُمۡؕ‌ وَاللّٰهُ غَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ  قُلۡ اَطِيۡعُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوۡلَ‌‌ فَاِنۡ تَوَلَّوۡا فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الۡكٰفِرِيۡنَ

"Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) menyintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu: Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Taatilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir (QS. Ali Imran [3]: 31-32).

Kaum Muslimin Yang Berbahagia

Ayat tersebut memberi petunjuk bahwa cinta kepada Allah harus berada di atas segala macam cinta, yang harus diwujudkan dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, yaitu dengan mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, baik yang tercantum dalam Al-Qur'an maupun hadits. Ketaatan dan kepatuhan itu tercermin dalam sikap hidup, perilaku dan perbuatan sehari-hari.

Ayat ini juga menegaskan bahwa orang yang cinta kepada Allah akan dikasihi oleh Allah dan akan diampuni dosa-dosanya. Ini berarti ia akan meraih kehidupan yang bersih dan suci lahir bathin, amar dan tenteram, bahagia dan sejahtera lahir bathin, serta suci dan bersih dari kesalahan dan dosa.

Cinta kepada Rasulullah SAW dijelaskan dalam Al-Qur'an dan sunnah Rasul :

وَمَاۤ اٰتٰٮكُمُ الرَّسُوۡلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰٮكُمۡ عَنۡهُ فَانْتَهُوۡا‌  

" ... Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu tinggalkanlah  ...” (QS. Al-Hasyr [59]: 7)

عَنْ أَبِيْ نَجِيْحٍ قَالَ : عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ ( رواه أبو داود والترمذى )

"Dari Abi Najih : Wajib kepadamu mengikuti sunnahku dan sunnah khulafaur Rasyidin (Hadits riwayat Abu Daud dan Tirmidzi).

Rasulullah SAW juga menjamin bahwa orang yang mengikuti tuntunan Al-Qur'an dan petunjuknya akan selamat, dan tidak akan sesat untuk selama-lamanya. Itulah wasiat beliau menjelang akhir hayatnya. Beliau bersabda :

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا لَنْ تَضِلُّوْا أَبَدًا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ رَسُوْلِهِ ( رواه مالك )

"Kutinggalkan untukmu dua perkara. Jika kamu berpegang kepada dua perkara itu kamu tidak akan sesat untuk selama-lamanya, yaitu Kitab Allah (Al-Our'an) dan sunnahku (Hadits). (Hadits riwayat Malik).

Cinta kepada sesama manusia antara lain dijelaskan dalam hadits Rasulullah:

عَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ قَالَ : لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيْرَنَا وَيَأْمُرْ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ ( رواه الترمذى وأحمد )

"Dari Ibnu Abbas: Bukanlah dari (ummat) kami, orang yang tidak mengasihi orang yang kecil dari pada kami dan tidak menghormati orang yang besar daripada kami, tidak menyuruh kepada yang ma'ruf dan tidak mencegah dari yang munkar". (Hadits riwayat Tirmidzi dan Ahmad)

Dari hadits tersebut dapat kita fahami bahwa yang tergolong pengikut dan pecinta Nabi Muhammad SAW adalah orang-orang yang mengasihi orang yang kecil, baik kecil usianya, kecil pangkat dan jabatannya maupun kecil status sosialnya; menghormati yang lebih besar, baik besar usianya, besar pangkat dan jabatannya maupun besar status sosialnya; menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; yang berarti peka dan tanggap terhadap keadaan masyarakatnya dengan menumbuh-suburkan segala yang baik dan menghilangkan segala yang buruk. Pada hadits yang lain Rasulullah bersabda :

عَنْ عَلِيٍ قَالَ : رَأْسُ الْعَقْلِ بَعْدَ اْلإِيْمَانِ التَّوَدُّدُ إِلَى النَّاسِ وَاْلإِحْسَانُ إِلَى كُلِّ إِنْسَانٍ بِرًّا كَانَ أَوْ فَاجِرًا ( رواه البيهقى )

"Dari Ali : Kepala akal sesudah iman ialah berkasih-kasihan kepada manusia dan berbuat kebaikan kepada setiap orang, saleh ataupun fasik (Hadits riwayat Baihaqi)

Kaum Muslimin Yang Berbahagia

Mengenai cinta kepada alam lingkungan, Rasulullah SAW bersabda:

عَنِ ابْنِ عَمْرٍو قَالَ : الرَّاحِمُوْنَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ اِرْحَمُوْا مَنْ فِي اْلأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ ( رواه أحمد وأبو داود والترمذى والحاكم )

"Dari Ibnu Amr: Orang-orang yang mengasihi makhuk, mereka akan dikasihi oleh Allah Yang Maha Rahman. Oleh karena itu, sayangilah siapa saja yang di bumi, agar kamu disayangi siapa yang ada di langit (Hadits riwayat Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi dan Hakim).

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ : دَخَلَتِ امْرَأَةٌ النَّارَ فَلَمْ تُطْعِمْهَا وَلَمْ تَدَعْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ اْلأَرْضِ حَتَّى مَاتَتْ (رواه أحمد والبخاري وابن ماجه )

"Dari Abi Hurairah: Seseorang perempuan masuk ke dalam neraka disebabkan seekor kucing yang diikatnya, tiada diberinya makan dan tiada pula dilepaskannya untuk mencari makan sendiri dari binatang-binatang di bumi sehingga dengan sebab itu kucing itu mati (Hadits riwayat Ahmad, Bukhari dan Ibnu Majah).

Kedua hadits tersebut memberi petunjuk bahwa orang yang menyintai dan menyayangi makhluk Allah yang berada di bumi baik flora maupun fauna akan disayangi oleh Allah. Sebaliknya, orang yang menganiaya dan menyakiti makhluk-makhluk-Nya akan dibenci dan dimurkai oleh Allah SWT.

Rasa mahabbah atau cinta itulah yang merupakan cerminan dari keluhuran dan keagungan agama Islam sebagai rahmatan lil'alamin.

اِھْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَـقِيْمَ  صِرَاطَ الَّذِيۡنَ اَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ ۙ غَيۡرِ الۡمَغۡضُوۡبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا الضَّآلِّيۡنَ

"Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau anugerahkan ni'mat kepada mereka, bukan jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula) jalan mereka yang sesat (Al Fatihah [1]: 6 -7)

[Muqadimah 2]

 

 

Share:
admin@ecomasjid.id