Berita Tentang Surga Di Abad Teknologi

 

[Muqadimah 1]

Hadirin, Jama’ah  Jum’ah  Yarhamukumullah

Khutbah ini akan mencoba menelusuri keterangan tentang surga dan kenikmatannya relevansinya dengan kehidupan modern dan pembangunan manusia kini ? Kita tidak bisa menghapus firman Allah SWT yang berbunyi :

وَبَشِّرِ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمۡ جَنّٰتٍ تَجۡرِىۡ مِنۡ تَحۡتِهَا الۡاَنۡهٰرُ‌ؕ

"Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya..." (QS. Al-Baqarah [2]:  25).

Hadirin, Jamaah  Jum’ah Yarhamukumullah

Ada sekitar empat puluh ayat Al-Qur'an yang berbicara tentang surga, selalu menyebutkan bahwa surga itu "tajri min tahtihal-anhaar", mengalir sungai-sungai di bawahnya atau di bawah surga mengalir sungai-sungai. Apa artinya hal ini ? Artinya, surga itu mempunyai kenikmatan sempurna, panorama indah dan menjadi taman rindang adalah dengan adanya aliran air di sungai-sungai di bawahnya.  

Apakah kita pernah berfikir bahwa dunia tempat kita hidup dan bernafas sekarang ini, kawasan dan lingkungan tempat kita tinggal, akan menjadi bagus, indah dan bersih mendatangkan kenyamanan bagi rohani dan jasmani, jika sungai-sungai mengalirkan air secara wajar, tidak kering dan tidak membawa banjir yang mencelakakan, dan selokan-selokan serta saluran air berfurngsi. Karenanya kalau kita menginginkan kehidupan yang baik di dunia kita harus memfungsikan sungai, mengatur aliran air dan irigasi. Apakah isyarat ini pernah kita renungkan ? Apakah hal ini tidak cocok dengan pembangunan dan kehidupan modern.

Lihatlah lembah sungai Nil di negeri Mesir, ia subur dan makmur karena aliran sungai Nil yang diatur demikian rupa dengan bendungan raksasa Aswan.

Lihatlah Saudi Arabia, di beberapa tempat di sana gurun pasir yang kering dan gersang telah berubah menjadi lahan pertanian yang hijau; karena dialirkannya air ke tengah-tengah padang pasir itu. Mungkin beberapa waktu mendatang, jamaah haji dari seluruh dunia akan bisa wukuf di padang Arafah dibawah naungan pohon-pohon rindang menyenangkan, dan akan menikmati kerindangan dan kehijauan; tidak lagi menyaksikan bukit-bukit batu dan gunung gundul serta panorama membosankan.

Lihatlah juga negeri Belanda, negeri yang hampir 30 % kawasannya berada di bawah laut, menjadi negeri yang indah, meskipun kecil tapi molek, mengapa ? Karena sistem irigasi yang baik dan pengaturan aliran air dengan sungai-sungai, selokan dan terusan yang diatur demikian rupa, atau dengan kata lain karena teraturnya aliran air.

Namun sebaliknya lihatlah Bangladesh, sungai Gangga dan Brahma Putra yang belum bisa dikuasai pengaturan airnya menyebabkan negeri itu sering dilanda banjir.

Tidak mustahil di suatu saat sejumlah kota dan kawasan di negeri kita ini tenggelam oleh air, karena tidak teraturnya aliran air dan tidak berfungsinya sungai. Indonesia adalah negara yang banyak memiliki banyak sungai. Sebagai contoh,  berapa banyak sungai di Indonesia bahkan disekitar kita tetapi sebagian besar rakyat penghuninya tidak menghargai sungai dan aliran air. Orang seenaknya membuang sampah ke sungai, sehingga panorama kota menjadi tidak sedap dipandang mata karena sampah merapung dan berkeliaran di mana-mana. Sebagian orang  seenaknya membuang sampah ke selokan-selokan dan saluran air, sehingga menyebabkan aliran air tersumbat. Orang seenaknya menimbuni selokan-selokan dan saluran air dengan tanah hingga aliran airpun terhenti. Tergenangnya air menimbulkan lagi penyakit dan kekotoran di jalan-jalan; padahal penduduk negeri ini mayoritas muslim, agamis, dan beratus-ratus kali mengumandangkan ayat-ayat Al-Qur'an di setiap kesempatan, membaca ayat yang berisikan " Tajri min tahtihal anhaar" itu.

Hadirin, Yarhamukumullah

Ini baru salah satu daripada nikmat surga yang harus diresapi. Sepotong ayat Al-Qur'an yang tertulis, bukan tergores begitu saja, tetapi ada maksud dan tujuannya bagi kehidupan. Oleh sebab itu bila manusia menginginkan hidup yang baik di dunia dengan lingkungan yang nyaman dan panorama yang indah, bersih dari kotoran dan penyakit; fungsikan sungai dan atur aliran airnya seperti halnya nikmat surga; yang mendatangkan kenyamanan, desir air yang mengalir teratur akan menyanyikan lagu-lagu gembira dan menyejukkan perasaan.

Imam Syafi'i berkata :

إِنِّى رَأَيْتُ وُقُوْفَ اْلمَاءِ يُفْسِدُهُ - إِنْ سَالَ طَابَ وَإِنْ لمَ ْيَجْرِ لمَ ْيَطِب

"Kulihat tergenangnya air merusak air itu sendiri, tetapi bila mengalir air itu menjadi bersih, dan bila tergenang ia menjadi kotor."

Hadirin kaum musliminYarhamukumullah

Nikmat surga yang kedua ialah nikmat rohani. Allah SWT menceritakan tentang penghormatan yang diberikan kepada penghuni surga, mereka dipersilahkan masuk ke dalamnya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, dikatakan :

اُدۡخُلُوۡهَا بِسَلٰمٍ اٰمِنِيۡنَ وَنَزَعۡنَا مَا فِىۡ صُدُوۡرِهِمۡ مِّنۡ غِلٍّ اِخۡوَانًا عَلٰى سُرُرٍ مُّتَقٰبِلِيۡنَ

"Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman, dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan." (QS. Al-Hijr  [15] 46-47)

Hadirin kaum muslimin, Yarhamukumullah

Menurut kedua ayat ini kesejahteraan bagi ahli surga juga ada yang berupa  nikmat rohaniah yaitu :

Pertama, dilenyapkannya rasa dendam dari dalam hati setiap penghuni surga.

Kedua, hidup akrab penuh rasa persaudaraan yang digambarkan dengan duduk berhadap-hadapan di atas dipan.

Apa artinya hal ini semua ? Artinya penduduk surga yang sudah menerima berbagai nikmat jasmani, menerima lagi nikmat rohani, yaitu hapusnya rasa dendam dan dengki. Fakta berbicara, bagaimana juapun besarnya nikmat jasmani, nikmat itu tidak akan ada artinya kalau pemiliknya mempunyai penyakit jiwa, yaitu dendam dan dengki (Al-Gill). Dendam karena didahului adanya permusuhan, dan dengki karena tidak bisa melihat nikmat yang ada pada orang lain.

Adakah kita pernah berfikir dan merenung, bahwa hidup di dunia ini akan menjadi porak-poranda dan kacau karena dendam dan dengki yang ada di hati para penghuninya, kendati mereka memiliki nikmat materi yang melimpah ruah dan nikmat jasmani yang banyak. Bukankah dendam dan dengki menyebabkan saling jatuh-menjatuhkan, baik dengan cara yang halus maupun dengan cara yang kasar. Rusaklah pri-pergaulan karena dendam dan dengki. Ketenteraman berubah menjadi keonaran, kenikmatan menjadi kemelaratan, harta hanya mendatangkan derita, tahtapun membawa bala, kecantikan hanya mengakibatkan kecongkakan, kehebatan membuat kebengisan, adab melahirkan biadab, ilmu menjadi perangkat tipu, dan bahagia terbalik menjadi celaka.

Penduduk surga tidak demikian. Hidup mereka dipenuhi dengan nikmat rohani, tidak adanya dendam dan dengki. Selanjutnya ahli surga merasa hidup bersaudara. Persaudaraan yang tidak dicampuri dengan unsur apapun yang mengeruhkannya, persaudaraan dipenuhi kasih sayang, tidak dicampuri dengan keinginan pribadi dan sepihak. Duduklah ahli surga berhadap-hadapan di atas dipan.

Alangkah tenteramnya, jika manusia di dalam hidup ini terutama antar umat Islam sendiri menyelesaikan segala permasalahan yang dihadapi, antar penduduk negeri ini, lebih-lebih para pejabat dan para wakil rakyat; duduk di forum-forum pertemuan, seminar, rapat, diskusi dan berbagai kesempatan lainnya dengan penuh kasih sayang, seperti halnya surga berhadap-hadapan sebagai saudara dan kawan, dan bukan sebagai musuh dan lawan.

Hadirin kaum muslimin,

Itulah rahasianya mengapa Nabi Adam a.s. sebelum diturunkan ke permukaan bumi menjadi khalifah, mengatur dan menatanya, dimampirkan dulu untuk tinggal di dalam surga, sebagai study banding untuk memindahkan nikmat surga ke kehidupan dunia.

Demikianlah khutbah ini semoga ada manfaatnya. 

[Muqadimah 2]

 

 

 

 

 

 
Share:
admin@ecomasjid.id