Resapan Air dengan Guludan & Pohon

Penggunaan air, selain untuk minum, sekitar 25% - 50%  konsumsi adalah untuk menyiram tanaman yang tergantung dimana anda tinggal. Penggunaan air ini bisa dikurangi dengan meningkatkan peresapan melalui pembuatan penumpukan tanah (guludan) searah kontur tanah yang memotong lereng (Swale).

Guludan adalah tumpukan tanah yang dibuat memanjang menurut arah garis kontur atau memotong lereng. Tinggi tumpukan tanah sekitar 25 – 30 cm dengan lebar dasar sekitar 30 – 40 cm. Jarak antara guludan tergantung pada kecuraman lereng, kepekaan erosi tanah, dan erosivitas hujan. Semakin curam lereng, semakin pendek jarak guludan; semakin peka tanah terhadap erosi semakin pendek jarak lereng; dan semakin tinggi erosivitas hujan, semakin pendek jarak lereng.

Untuk tanah dengan kepekaan erosinya rendah, guludan dapat diterapkan pada tanah dengan kemiringan sampai 8 %. Penampang guludan disajikan pada Guludan dapat diperkuat dengan menanam rumput atau tanaman perdu.


 
Teknik ini dimanfaatkan untuk perkebunan kurma di pondok pesantren Al-Amanah, Sempon, wonogiri, Jawa Tengah.

 

Oleh: Dr. Hayu Prabowo

Fasilitas Lain

Hubungi Kami

Alamat

Gedung MUI,
JL. Proklamasi No. 51
Menteng Jakarta Pusat 10320

Telpon

0822 6104 3127
087 87 87 19 285
0857-10000-292
(021)21390247

Email

ecomasjid@gmail.com

 

Web LPLHSDA MUI

hhtp://mui-lplhsda.org
Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam MUI