Kelangkaan Air dan Energi Mengintai Mereka,

Warisi mereka dengan Penghidupan Berkelanjutan

Selengkapnya

Krisis air dan energi di Indonesia

Apa itu EcoMasjid ?

Konsep ecoMasjid berasal dari dua kata Eco dan Masjid yang masing-masing mempunyai definisi berbeda. "Eco" diambil dari kata “ecology” yang merupakan terminologi yang erat kaitannya dengan ekosistem, yaitu suatu sistem yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antar makhluk hidup dan lingkungannya.

Sedangkan Masjid adalah tempat bersujud. Istilah masjid menurut syara adalah tempat yang disediakan untuk shalat di dalamnya dan sifatnya tetap, bukan untuk sementara.

Sehingga ecoMasjid adalah tempat beribadah tetap yang mempunyai kepedulian terhadap hubungan timbal balik antar makhluk hidup dan lingkungannya.

Keberhasilan menciptakan kehidupan yang ramah lingkungan merupakan penjelmaan dari hati bersih dan pikiran jernih umat beragama dan merupakan titik-tolak upaya menciptakan negeri yang asri, nyaman, aman sentosa: baldatun thoyyibatun wa Robbun Ghafur.”

Selengkapnya...

EcoMasjid ?

Program pengelolaan masjid yang berkelanjutan melalui aktivitas memelihara lingkungan hidup dan sumberdaya alam

Tujuan

Meningkatkan efektivitas dakwah lisan dan aksi nyata secara terukur sebagai perwujudan Islam yang membawa rahmat untuk seluruh alam semesta

Prinsip Dasar

  1. Mempersiapkan kemandirian umat dalam menghadapi ancaman kelangkaan air dan energi
  2. Berorientasi pada aspek idarah (manajemen), imarah (kegiatan memakmurkan), dan riayah (pemeliharaan dan pengadaan fasilitas)
  3. Membangun sinergi dengan masyarakat dan pemerintah
  4. Membangun pengelolaan masjid yang mandiri dan berkelanjutan

Orang Mukmin itu bagaikan lebah, jika ia makan sesuatu ia makan yang baik, jika ia mengeluarkan sesuatu ia keluarkan yang baik. Dan jika ia hinggap di ranting yang sudah lapukpun, ranting itu tidak dirusaknya.
(HR. Tirmizi)

Fasilitas ecoMasjid

Listrik Surya dan Biogas | EcoMasjid

Listrik Surya dan Biogas

Masjid sebagai pusat pengembangan peradaban Islam dalam menjalankan fungsinya sebagai tempat ibadah, tempat pendidikan dan tempat kemasyarakatan selain memerlukan air juga membutuhkan energi listrik diantaranya untuk

Selengkapnya...
Panen Air Hujan | EcoMasjid

Panen Air Hujan

Sistem Panen Air Hujan (PAH) untuk rumah tangga dipromosikan secara intensif oleh Dr. Agus Maryono dari Universitas Gajah Mada. PAH merupakan suatu sistem konservasi air tanah melalui penampungan dan pemanfaatan air hujan guna memenuhi kebutuhan air untuk sanitasi

Selengkapnya...
Tungku Bakar Sampah | EcoMasjid

Tungku Bakar Sampah

Dipedesaan pada umumnya tidak tersedia pengangkutan sampah untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sampah harus dikelola sendiri yang umumnya dengan dibakar di tempat sampah terbuka (open pit). Tentunya tempat sampah terbuka ini banyak menimbulkan masalah, selain tampak kotor, juga berbau, banyak binatang, lalat, dll

Selengkapnya...
Sumur Resapan | EcoMasjid

Sumur Resapan

Sumur resapan dapat dikatakan sebagai suatu rekayasa teknik konservasi air, berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur galian dengan kedalaman tertentu. Fungsi utama dari sumur resapan ini adalah sebagai tempat menampung air hujan dan meresapkannya ke dalam tanah

Selengkapnya...
Keran Hemat Air Wudhu | EcoMasjid

Keran Hemat Air Wudhu

Bersuci dengan melakukan wudhu merupakan salah satu syarat sahnya shalat. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan air pada anggota-anggota tubuh, seperti wajah, kedua tangan, kepala, telinga, dan kedua kaki. Penggunan air untuk berwudhu seharusnya dilakukan secara cermat dan hemat. Hal ini mengacu pada hadits dari Anas bin Malik R.A

Selengkapnya...
Penyediaan Air Minum Pedesaan | EcoMasjid

Penyediaan Air Minum Pedesaan

Air, selain merupakan sumber kehidupan manusia yang tidak tergantikan, juga memiliki fungsi thaharah, yakni untuk bersuci untuk sahnya ibadah. Fiqh menetapkan bahwa alat suci dari hadas dan najis yang paling utama dan terpenting adalah air.

Selengkapnya...
Resapan Air dengan Guludan & Pohon  | EcoMasjid

Resapan Air dengan Guludan & Pohon

Penggunaan air, selain untuk minum, sekitar 25% - 50% konsumsi adalah untuk menyiram tanaman yang tergantung dimana anda tinggal. Penggunaan air ini bisa dikurangi dengan meningkatkan peresapan melalui pembuatan penumpukan tanah (guludan) searah kontur tanah yang memotong lereng (Swale).

Selengkapnya...
Embung Desa | EcoMasjid

Embung Desa

Embung desa atau penampung air dalam skala besar adalah salah satu dari empat prioritas dana desa. Hingga saat ini sebagian besar desa di Indonesia masih menjadikan bidang pertanian sebagai tumpu dalam menghidupi ekonomi warga. Akibat kekurangan air, dari jumlah itu sebagian besar baru bisa panem 1,4 kali dalam setahun

Selengkapnya...

Dengan mendaftar di web ini, berarti anda turut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup dan sumber daya alam yang akan berimbas pada keberlangsungan hidup anak-anak kita generasi selanjutnya beserta keturunannya.

Buku EcoMasjid, Dari Masjid Makmurkan Bumi

Dapatkan Buku EcoMasjid

Permohonan buku ecoMasjid

Hubungi Kami

Alamat

Gedung MUI,
JL. Proklamasi No. 51
Menteng Jakarta Pusat 10320

Telpon

0822 6104 3127
087 87 87 19 285
0857-10000-292
(021)21390247

Email

ecomasjid@gmail.com

 

Web LPLHSDA MUI

hhtp://mui-lplhsda.org
Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam MUI